Kutukan Juara Bertahan Liga Champions Berlanjut, Barca Korban Paling Mutakhir

Sejak AC Milan gagal mempertahankan gelar pada 1990-91, dalam rentang 26 tahun, tak ada satu pun tim yang mampu menjadi kampiun Liga Champion dua musim beruntun. Barcelona yang tersingkir oleh Atletico Madrid di 8 besar musim ini, adalah korban paling mutakhir.
Terakhir kali sebuah tim mampu menjadi juara dua musim beruntun, terjadi pada 1988-1989 dan 1989-1990. Kala itu AC Milan mampu menumbangkan Steaua Bucuresti dan Benfica dalam dua kesempatan. Namun setelahnya, sejak Red Star Belgrade juara musim 1990-1991, sementara sang juara bertahan Milan terhenti di perempat final musim itu, kutukan terus menimpa para jawara Eropa.
Khusus Barcelona, tim yang mampu merebut lima gelar sejak 1991-1992, sudah lima kali pula klub Catalan gagal menghindari kutukan. Pada musim 1992-93, Barca ambruk di ronde kedua oleh CSKA Moskow. Kemudian, musim 2005-06, Barcelona era Frank Rijkaard keluar sebagai kampiun. Namun musim berikutnya, mereka ditumbangkan Liverpool di 16 besar via agresivitas gol tandang.
Barcelona era Pep Guardiola malah merasakan kutukan ini dua kali. Setelah juara pada musim 2008-09, klub Catalan cuma sampai ke semifinal musim berikutnya, ditumbangkan sang juara baru, Internazionale. Musim 2010-11, Barca kembali juara. Namun pada 2011-12, tim ini ambruk, lagi-lagi oleh sang pemenang musim tersebut, Chelsea.
Barcelona musim 2014-2015 menjadi juara berkat kekuatan Trio MSN. Mereka sangat dijagokan untuk memecahkan kutukan bagi juara bertahan Liga Champions musim ini. Apalagi klub Catalan sempat memiliki catatan tak terkalahkan dalam 39 laga beruntun. Namun, lagi-lagi, Barca tak cukup ampuh. Di kandang Atletico Madrid, pasukan Luis Enrique tewas mengenaskan 2-0 dan gagal lolos via agregat 2-3.

istanbulescortlartr.org agen bola Sumber: Sidomi