Bisnis Rumah Bordil Terancam Aplikasi Kencan Online

Kehadiran Uber telah menggusur industri taksi, Airbnb menggusur hotel, sekarang muncul kekhawatiran yang sama aplikasi kencan daring telah menghancurkan bisnis industri bordil legal di Australia.

Rebecca (bukan nama sebenarnya), seorang manajer dari satusatunya rumah bordil berlisensi yang masih tersisa di Sunshine Coast, di negara bagian Queensland mengatakan bisnisnya telah menurun hingga 40 persen pada tahun lalu.

Dia menyalahkan kemerosotan usahanya ini pada penggunaan aplikasi kencan daring seperti Tinder di mana orang dapat mengakses seks secara gratis.

Rumah bordil legal lainnya di Sunshine Coast ini telah tutup pada bulan Juni tahun lalu dan berusaha untuk menjual rumah bordil mereka yang dulu ramai melalui lelang.

Rebecca, yang telah mengelola rumah bordil legal di Queensland selama delapan tahun itu mengatakan tiga dari usaha rumah bordil yang ada lokasinya saat ini, menilai sejauh ini rumah bordil “masih merupakan bisnis yang baik”, tapi mereka “telah melihat penurunan dibandingkan pada tahun lalu”.

“[Dengan] para klien yang lebih memilih pergi ke situs kencan, seperti Tinder, bisnis kami turun setidaknya 40 persen,” katanya.

Dia mengatakan orang masih ingin datang ke fasilitas yang diatur seperti rumah bordil legal, namun perubahan pada tahun lalu “pasti berdampak”.

Baca juga: Cerita Korban Pemerasan Gambar Seksual Lewat Internet Usaha menarik pelanggan

Untuk mempertahankan bisnisnya, salah satu rumah bordil di Gold Coast telah mencoba menawarkan daya tarik lain untuk mendatangkan pelanggan, seperti menggelar pesta sosis panggang gratis.

Rebecca mengatakan bahwa inisiatif serupa juga telah diupayakan di Sunshine Coast.

“Kami memiliki promosi seperti gadisgadis penghibur yang berdandan ala lakilaki pekerja kasar atau Tradie pada Selasa malam,” katanya, sambil menambahkan bahwa tawaran seperti diskon tarif sewa kamar dan sosis gratis maupun minuman ringan tidak memiliki dampak yang berarti.

Aplikasi kencan online seperti Tinder dituding sebagai penyebab menurunnya omset industri rumah bordil berlisensi. (ABC News)

“Gadisgadis yang berdandan dengan perkakas ternyata lebih menarik bagi pelanggan ketimbang tawaran lainnya,”

Rebecca tidak bersedia mengungkapkan berapa jumlah dana yang disetorkan rumah bordil untuk membayar biaya lisensi mereka, namun Ia mengatakan angkanya “cukup mahal ” karena mereka hanya bisa beriklan di koran lokal atau di situs mereka.

Dia mengatakan bahwa peningkatan pekerja seks yang beroperasi secara legal di luar kamar hotel, tanpa biaya biaya perizinan, juga ikut berdampak

Dia memperkirakan bisnis tersebut membayar pemerintah negara bagian hingga $ 50.000 atau sekitar Rp 535 juta per tahun untuk pajak dan biaya yang memaksa rumah bordil legal untuk mengenakan biaya tambahan dari pekerja seks yang beroperasi dari kamar hotel.

“Sebagai perbandingan, gadisgadis swasta tidak perlu mendaftar, mereka tidak harus memiliki anak perempuan yang bekerja, seperti di Sydney dan Melbourne,” katanya.

“Mereka menerima pembayaran tunai dan tidak membayar pajak … itu tidak adil.”

Dia mengatakan bahwa pekerja seks swasta tidak memerlukan sertifikat kesehatan seksual dan memperingatkan bahwa kesehatan dan keselamatan harus menjadi prioritas tertinggi.

Baca juga: Politisi di Melbourne Ungkap Suaminya Mengoleksi Pornografi Anak Masa depan bisnis rumah bordil

Sementara bisnis rumah bordil legal saat ini masih terbuka, Rebecca mengatakan bahwa dia tidak yakin dengan masa depan rumah bordil legal di Queensland.

Pemilik sebuah rumah bordil di Sunshine Coast mengaku dirinya pesimistis dengan masa depan bisnisnya. (Supplied)

“Pada saat ini, saya tahu bahwa rumah bordil di Queensland membentuk kelompok kecil mereka sendiri untuk bersamasama berusaha keras agar peraturan di seputar bisnis mereka bisa diubah,” katanya.

“Ini adalah pertarungan yang terus menerus [jadi] jika kita bisa membuat orang menyadarinya, kita memiliki kesempatan.”

Dia mengatakan bahwa dirinya yakin saat ini hanya tinggal tersisa 12 rumah bordil berlisensi yang ada di Queensland karena mereka semua telah tutup operasi dengan sendirinya karena kondisi ini di semua tempat.

“Saya tahu rumah bordil berlisensi Mackay telah tutup dalam beberapa tahun terakhir dan rumah bordil Scarlet Harem dikawasan ini juga telah tutup di sini,” kata Rebecca.

Diterjemahkan pada 7/9/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.