Penyaluran Kredit Dua Bank BUMN Tumbuh Dua Digit

Solid Gold Dua bank milik negara (BUMN), PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), mencatatkan pertumbuhan kredit di atas 10%.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, semester I 2017 ini penyaluran kredit perseroan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 10,51% atau Ro 610,9 triliun.

“Kredit tumbuh 11%, sesuai target lah, laba membaik kredit bermasalah turun,” kata Kartika di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Dia mengatakan pertumbuhan kinerja perseroan sudah membaik dan mendekati kinerja 2015. Kuartal I 2017 penyaluran kredit Bank Mandiri tersalurkan sebesar Rp 656,2 triliun. Bank Mandiri menyalurkan kredit untuk program strategis pemerintah.

Bank BUMN lain, BNI per semester I tercatat Rp 412,18 triliun atau tumbuh 15,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 357,22 triliun.

“Pertumbuhan kredit ini di atas ratarata pertumbuhan kredit industri yang per April 2017 hanya mencapai 9,5%,” kata Anggoro.

Penyaluran kredit tersebut tetap didukung oleh fundamental yang kuat dimana tingkat kecukupan permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) tetap terjaga baik pada level 19,0% sehingga cukup untuk mendukung pertumbuhan bisnis BNI.

Secara fundamental, penyisihan pencadangan juga tetap terjaga dengan baik pada tingkat coverage ratio naik dari 142,8% pada Semester I 2016 menjadi 147,2% pada Semester I 2017.

“Jumlah ini sangat mencukupi untuk menjadi bantalan apabila terjadi kondisi yang tidak menentu di masa mendatang. Hal ini sekaligus mengindikasikan tingkat kehatihatian yang tinggi dari BNI dalam pengelolaan kredit,” imbuh dia.