Ini Lho Istana Isen Mulang yang Dirancang Sukarno

Solid Gold Palangka Raya Tata ruang dan desain kota Palangka Raya dirancang sendiri langsung oleh tulisan tangan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), Sukarno. Salah satu bangunan yang dirancang langsung oleh insinyur sipil lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini adalah Istana Isen Mulang.

Istana Isen Mulang terletak tepat di depan Bundaran Besar Palangka Raya, yang juga didesain oleh Sukarno. Lokasinya sejajar lurus dengan Tugu Sukarno, tempat memancangkan tiang pembangunan kota Palangka Raya pertama kali, dan berdekatan dengan Sungai Kahayan.

Istana Isen Mulang biasa dipakai Gubernur untuk menjamu tamutamu kenegaraan, acara ramah tamah dengan tamu Pemprov seperti Menteri, DPR, tamu luar negeri.
Bentuk bangunan Istana Isen Mulang menyerupai rumah Betang, yang merupakan rumah adat khas Kalimantan Tengah. Bentuk atapnya menyerupai tiga gugusan yang dilapisi oleh atap sirap yang berbahan kayu besi atau disebut juga kayu ulin.

Ruangan pertemuan yang luas langsung menyambut tamu saat memasuki ruangan dalam gedung istana. Cat putih di dinding dan lampulampu hias berukuran besar menghiasi ruangan istana yang diisi oleh sofa kayu berwarna merah.

Di sisi kanan dan kiri ruangan istana juga terdapat kamar tamu, tempat biasa Gubernur menjamu tamu yang datang ke Palangka Raya. Kamar tersebut disiapkan lantaran dulu Palangka Raya belum banyak diisi oleh hotel dan penginapan yang layak bagi tamutamu negara.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengatakan, Presiden Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono pernah menginap di Istana Isen Mulang.

“Dulu karena belum banyak penginapan di sini, jadi tamutamu kenegaraan biasanya menginap di sini. Presiden Megawati dan SBY yang pernah menginap. Kalau Pak Jokowi saat itu sudah di hotel,” katanya kepada detikFinance saat ditemui di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Rabu (12/7/2017).

Kegiatan lainnya yang biasa dilakukan di Istana Isen Mulang di antaranya acaraacara resmi Pemprov seperti pelantikan pejabat Pemprov, acara pisah sambut, silaturahmi Gubernur dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat hingga open House dengan masyarakat saat Hari Raya Lebaran.

Sementara bangunanbangunan yang mengelilingi istana merupakan rumah dinas yang dipakai oleh Gubernur dan keluarganya. Terdapat pula hamparan lapangan yang luas di depan istana yang biasa dipakai pula untuk kegiatan masyarakat. Beberapa kegiatan masyarakat yang pernah dilangsungkan di halaman istana seperti Shalat Idul Fitri hingga nonton bareng dengan warga.