Ini Cara Jonan Cegah Kilang dan Pembangkit Diserang Teroris

Solid Gold Menteri ESDM Ignasius Jonan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius siang ini menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian ESDM dengan BNPT.

Perjanjian diteken oleh Dirjen Migas IGN Wiratmaja Puja, Dirjen Minerba Bambang Gatot Ariyono, Dirjen Ketenagalistrikan Andy N Sommeng, Dirjen EBTKE Rida Mulyana, dengan Deputi I BNPT Mayjen Abdul Rahman Kadir.

Dengan adanya perjanjian ini, BNPT akan membantu Kementerian ESDM mencegah ancaman terorisme terhadap objekobjek vital di sektor energi.

“Target teroris adalah tempattempat ramai yang menimbulkan korban banyak. Tapi juga ada sasaran lain, yaitu objek vital. Depo Pertamina Padalarang kemarin sudah disenter orang, ngapain 3 jam nongkrong di situ? Jangan pernah underestimate. Objek vital jangan sampai terganggu, bisa terganggu operasional negara,” kata Suhardi Alius usai penandatanganan perjanjian dengan Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Ia menerangkan, BNPT akan membantu menutup celahcelah keamanan di objekobjek vital sektor energi. Jangan sampai celah keamanan itu jadi jalan masuk teroris.

“Kita akan identifikasi, di mana celahcelah yang bisa dimasuki. Kita harus siap siaga menghadapi ancaman terorisme,” ucapnya.

Mayjen Abdul Rahman menambahkan, pihaknya akan membuatkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan di berbagai objek vital seperti kilang minyak, pembangkit listrik, gardu induk, lapangan minyak, dan sebagainya.

“Kita membuat SOP sistem pengamanan. Kita buat di berbagai proyek. Kita mengantisipasi ancaman dari terorisme. Harapan kita bisa melaksanakan SOP yang sudah kita buat,” paparnya.

Dengan adanya SOP dari BNPT, semua objek vital akan memiliki pengamanan yang sama ketatnya.

“Misalnya di LNG Bontang, dari masuk sampai ke paling dalam ada setidaknya 4 kali pemeriksaan. Tapi ada objek lain yang hanya sekali saja (pemeriksaan). Kita tidak boleh sedikit pun memberikan peluang,” tutupnya.