Ada Apa dengan Zulham Zamrun?

VIVA.co.id – Performa Zulham Zamrun bersama tim nasional Indonesia di ajang Piala AFF 2016 belumlah maksimal. Pemain bernomor punggung 10 tersebut bahkan hanya dijadikan pemain pelapis oleh Alfred Riedl. Keputusan juru taktik asal Austria tersebut amat berlawanan dengan kepercayaan yang diberikannya kepada Zulham selama masa persiapan. Dari empat pertandingan uji coba, dia tiga kali dipercaya menjadi pemain utama. Melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo pada 6 September 2016 lalu, Zulham bermain sepanjang 45 menit. Dia beroperasi di sisi sayap kiri dalam skema 4-4-2. Kala itu, Skuat Garuda sukses menang tiga gol tanpa balas. Di uji coba yang kedua melawan Vietnam, Zulham kembali jadi pilihan utama. Berada di atas lapangan selama 65 menit, pemain berusia 28 tahun tersebut sukses mencetak satu gol melalui tendangan bebas spektakuler. Riedl tetap memberikan kepercayaan kepada Zulham saat melakoni uji coba tandang melawan Myanmar. Namun, kepercayaan itu mulai luntur di uji coba terakhir melawan Vietnam jelang dimulainya Piala AFF 2016. Zulham baru diturunkan oleh Riedl ketika pertandingan memasuki menit ke-71. Dia menggantikan posisi Andik Vermansyah yang selama ini bermain di posisi sayap kanan. Sedangkan posisi sayap kiri dipercayakan kepada Rizki Rizaldi Pora. “Zulham mengapa kita cadangkan? Karena saat bermain melawan Vietnam dia kurang bagus. Makanya kita coba Rizky Pora bermain di sayap kiri,” ujar Riedl usai pertandingan perdana fase grup Piala AFF 2016 melawan Thailand. Akibat penilaian itu, hingga Skuat Garuda menjalani pertandingan leg kedua semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam di My Dinh Stadium, Rabu 7 Desember 2016 dia tetap menjadi cadangan. Dan yang tak menyenangkan, dia juga kerap menjadi sorotan. Pemain asal klub Persib Bandung itu dianggap tidak memberi dampak signigfikan kepada tim ketika dimasukkan ke lapangan. Bahkan, di pertandingan melawan Filipina, pelanggarannya di depan kotak penalti berbuah gol penyama kedudukan bagi lawan. Kurang sigapnya Zulham dalam membantu pertahanan disinyalir menjadi alasan utama dia tak mampu tampil maksimal. Dalam skema 4-4-2, pemain sayap dituntut untuk sigap dalam membantu lini belakang ketika diserang lawan. Dan inilah yang sempat menjadi perhatian dari mantan pelatih timnas Indonesia, Danurwindo. Menurutnya, ketika ditahan imbang 2-2 oleh Vietnam dalam uji coba lalu, pemain sayap, termasuk Andik Vermansyah tak disiplin dalam bertahan. “Sekarang kan pemain sayap juga harus bagus dalam bertahan. Mereka menyerang, tetapi harus disiplin dalam membantu pertahanan dengan cara bermain pola 4-4-2,” tutur Danurwindo. Kegamangan dalam bermain dengan skema Skuat Garuda saat ini sepertinya yang menjadi hambatan bagi Zulham. Pemain terbaik turnamen Piala Presiden 2015 lalu akhirnya harus pasrah hanya menjadi pelapis di Piala AFF kali ini.

Sumber: VivaNews