7 Pesepak Bola Dunia yang Sukses di Level Klub dan Timnas

Metrotvnews.com, Jakarta: Perhelatan Piala Eropa 2016 baru saja usai dengan melahirkan Portugal sebagai juara. Torehan tersebut merupakan sejarah baru bagi dunia sepak bola maupun pencapaian individu pemainnya masing-masing. Cristiano Ronaldo merupakan salah satu pemain yang paling diuntungkan atas kesuksesan Portugal tersebut. Pasalnya, ia tetap berhasil mempersembahkan trofi turnamen besar meski tidak dimainkan secara penuh pada laga final. Sebelumnya, bintang Real Madrid itu selalu gagal jika melakoni turnamen atas nama Portugal. Baca juga Hasil Lengkap Pertandingan Sepak Bola Semalam Lilipaly Termasuk Salah Satu Pemain Top Asia di Eropa Main di Tiongkok, Tevez Bakal Jadi Pemain dengan Gaji Tertinggi Brandconnect Mengenal Lebih Dekat Penjara Tasmania di Hobart Selain Ronaldo masih ada nama-nama besar sepak bola lainnya yang sukses di level klub dan internasional, berikut Metrotvnews.com merangkumnya menjadi 7 bagian: 1. Pele – Brasil Pele yang merupakan mantan striker Santos sempat mengikuti Piala Dunia sebanyak empat kali. Makin luar biasa, karena tiga di antara kesempatan itu berhasil diselesaikan dengan gelar juara. Kesuksesan pertama kali Pele mengantarkan Brasil menjuarai Piala Dunia 1958 di Swedia. Ketika itu, usia Pele baru 17 tahun. Di level klub, Pele sukses mengantar Santos menyabet sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya dua titel Copa Libertadores (1962 dan 1953). Setelah bergabung selama 18 tahun bersama Santos, Pele berhasil mengoleksi 619 gol dari 638 pertandingan. 2. Cristiano Ronaldo – Portugal Ronaldo memang sukses menjadi bintang Manchester United dan Real Madrid selama lebih dari satu dekade, di mana ia sukses menyabet titel Liga Champions. Namun, kesuksesannya sebagai penggawa timnas Portugal baru diraih ketika menjuarai Piala Eropa 2016. Sebelumnya, Ronaldo malah tidak pernah memenangkan turnamen besar meski sudah bergabung dengan Portugal sejak usia 19 tahun. 3. Bobby Moore – Inggris Bobby Moore memang tidak pernah bergabung dengan klub besar di Inggris. Namun berkat penampilan konsistennya sebagai defender, Inggris malah mampu merebut trofi Piala Dunia 1966. Karier terbaiknya di level klub sempat terukir bersama West Ham United pada 1958 hingga 1974. Dalam kurun waktu itu, Moore sempat dimainkan sebanyak 544 kali dan mengoleksi 24 gol. 4. Diego Maradona – Argentina Diego Maradona sempat terkenal dengan gol kontroversialnya yang dijuluki “Tangan Tuhan”. Akan tetapi, aksi individunya memang sudah terlihat fantastis ketika Argentina memenangkan Piala Dunia 1986 di Meksiko. Sepanjang kariernya, Maradona pernah menjadi bintang untuk Boca Juniors, Barcelona, dan membawa Napoli merebut titel scudetto. 5. Zinedine Zidane – Prancis Dua sundulan Zinedine Zidane berhasil membuat Prancis merengkuh gelar Piala Dunia pertamanya pada 1998. Sayang, pemain yang dipanggil Zizou itu malah terlibat friksi dengan Marco Materazzi ketika tampil kontra Italia pada final Piala Dunia 2006. Prancis pun harus puas finis sebagai runner up saat itu. Selain mengharumkan nama Prancis, Zidane juga berhasil membesarkan nama Juventus dan Real Madrid. Ia pernah mengantarkan Juventus menjadi Scudetto sebanyak dua kali berturut-turut (1997 dan 1998), serta mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Real Madrid (2002). 6. Franz Beckenbauer – Jerman Barat Debut karier internasional Franz Beckenbauer sempat tidak berjalan mulus karena ia bersama Jerman Barat sempat gagal di final Piala Dunia 1966. Namun, semangat pemain yang berposisi sebagai sweeper itu langsung terlecut hingga akhirnya mampu merebut Trofi Piala Dunia 1974 dan Piala Eropa 1972. Selain menjadi pahlawan Jerman, Beckenbauer juga merupakan legenda Bayern Muenchen. 7. Alfredo Di Stefano – Argentina Alfredo Di Stefano adalah salah satu legenda sepak bola Real Madrid yang subur gol pada era 1953–1964. Naluri menyerangnya sudah tidak perlu diragukan lagi karena ia sempat mengoleksi 216 gol dari 282 penampilan. Prestasi Di Stefano di level internasional sempat tertolong ketika membantu Argentina menjuarai Copa America 1947. Sayang, tren positif itu gagal terulang ketika ia melakoni Piala Dunia 1950, 1954 dan 1962. (ACF)

Sumber: MetroTVNews