Politisi PDIP soal Insiden Sabuga: Indonesia Bukan Milik Satu Golongan

Jakarta – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka, menilai pembubaran acara Natal di Gedung Sabuga, Bandung, oleh massa Pembela Ahli Sunnah (PAS) adalah wujud intoleransi yang mengabaikan perjalanan panjang kehidupan kerukunan umat beragama di Indonesia. Padahal, hal itu merupakan komitmen kebangsaan Indonesia dalam falsafah dasarnya Pancasila. “Saya hanya ingin mengingatkan pesan pendiri bangsa ini, bahwa Indonesia didirikan bukan untuk satu golongan atau satu agama, tapi untuk semua warna negara. Kesadaran akan adanya kebhinnekaan adalah penting mengingat hanya dengan menyadari bahwa di atas kebhinnekaan inilah Indonesia berdiri. Hanya dengan bersatu Indonesia bisa bergerak maju,” kata Diah Pitaloka, Rabu (7/12). Diah Pitaloka juga mengapresiasi Polrestabes Bandung dan Dandim 0618/BS yang segera tanggap menengahi peristiwa tersebut. Dia berharap aparat pemerintah dan semua elemen masyarakat bisa menjaga suasana yang damai dan sejuk bagi seluruh warga. Diketahui, pada Selasa (6/12) sore, massa Pembela Ahli Sunnah (PAS) membubarkan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung. Massa PAS masuk ke ruang auditorium dan membubarkan jemaat yang sedang menyanyikan kidung di atas panggung. Menurut Diah Pitaloka, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia makin berat. Dan jangan sampai kita sendiri yang hanya bertikai sendiri dan tidak siap bersaing dengan negara lain. “Persatuan dan kekompakan adalah modal dasar supaya kita tidak tertinggal dari negara-negara tetangga,” kata Diah Pitaloka.‎ Markus Junianto Sihaloho/FMB BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu