NNT Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat

Jakarta – PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi izin ekspor ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rekomendasi itu merupakan dasar bagi Kementerian Perdagangan menerbitkan perpanjangan izin ekspor mineral hasil pengolahan alias konsentrat. Juru bicara NNT, Rubi Purnomo, mengatakan, permohonan perpanjangan rekomendasi itu sudah diajukan ke Kementerian ESDM sejak awal Oktober kemarin. “Sudah kami ajukan 10 Oktober,” kata Rubi di Jakarta, Senin (24/10). Pemerintah memang memberikan izin ekspor selama 6 bulan dan diperpanjang untuk 6 bulan berikutnya. Permohonan perpanjangan izin paling cepat diajukan 45 hari dan paling lambat 30 hari sebelum masa berlaku ekspor berakhir. Rubi menuturkan, izin ekspor NNT berakhir pada 23 November mendatang. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu memperoleh izin ekspor sejak 24 Mei kemarin dengan kuota ekspor konsentrat mencapai 491.757 ton. Namun Rubi enggan membeberkan besaran kuota yang diajukan saat ini. “Karena masih dalam proses, saat ini saya belum bisa memberikan detil,” ujarnya. Perpanjangan rekomendasi ekspor itu berdasarkan kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) . Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral Ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian. NNT bekerjasama dengan PT Freeport Indonesia yang membangun smelter di Gresik, Jawa Timur. Smelter dengan investasi US$ 2,1 miliar itu memiliki kapasitas bahan baku mencapai 2 juta ton konsentrat. Dalam kerjasama itu NNT berkomitmen menggelontorkan dana hingga US$ 3 juta. Rangga Prakoso/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu