Mendes: 2017, Dana Desa Dipakai untuk Pemberdayaan

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, tahun depan penggunaan dana desa lebih banyak untuk program pemberdayaan. “Tahun ini, dana desa lebih banyak untuk infrastruktur, ada sekitar 90 persen. Tujuannya agar meningkatkan pertumbuhan di desa. Sedangkan untuk tahun depan lebih banyak untuk pemberdayaan,” kata Eko dalam acara dialog Rembuk Desa Nasional, di Jakarta, Selasa (8/11). Dia menilai, penggunaan dana desa untuk infrastruktur efektif untuk menciptakan lapangan pekerjaan di desa serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa. Rata-rata, tingkat pertumbuhan ekonomi di desa, lanjut dia, mencapai 8% per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kota. “Namun, tahun depan, penggunaan dana desa lebih banyak untuk pemberdayaan masyarakat. Integrasi program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan kementerian lainnya. Dana desa yang diterima oleh setiap desa pada 2017 mencapai Rp 800 juta,”ujarnya. Pihaknya juga berupaya agar pihak swasta turun tangan ikut serta dalam peningkatan ekonomi di desa, terutama untuk penanganan pascapanen. Dia juga meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak bersaing dengan koperasi yang ada di desa tersebut. “Jangan sampai BUMDes mengambil usaha-usaha masyarakat desa dan koperasi,” papar dia. Usaha yang ada di BUMDes tersebut, kata dia, harus berdampak pada masyarakat dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarkaat. “Misalnya di Jawa Tengah, ada anak sekolah dengan jumlah 10 juta jiwa. Maka BUMDesnya bisa melirik usaha jahit, karena paling tidak setiap anak memerlukan dua seragam sekolah. Jadi, BUMDes itu haruslah yang memiliki manfaat pada masyarakat dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” kata dia. (ks) /GOR Investor Daily

Sumber: BeritaSatu