Cegah ISIS, Hukum Harus Jadi Panglima

Jakarta – Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Dimyati Natakusuma menyatakan penegakan hukum harus dipastikan berjalan sehingga bibit-bibit tumbuhnya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tak bisa berkembang di Indonesia. “K‎alau state (negara) tidak menjadikan hukum sebagai panglima, ya itu akan terjadi. Kalau hukum sudah jadi panglima, ya tegakkan. Negara harus ada di tengah, tidak boleh ke kanan ke kiri, harus adil. Keadilan itu yang harus dijunjung,” ujar Dimyati, Sabtu (10/12). Menurut Dimyati, bibit-bibit ISIS sudah ada di Indonesia. Apalagi Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia. Untuk itu, negara harus hadir melalui penegakan hukum yang tegas. Apabila hukum tak dijadikan sebagai panglima, maka ISIS akan berkembang. Dugaan atas gerakan ISIS muncul diperkuat sinyalemen yang disampaikan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, bahwa ISIS sedang membangun basis (kekuatan) di Filipina Selatan. Seperti diketahui, seorang perempuan berinisial DYN bersama dua pria, yakni NS dan AS, ditangkap Densus 88 di kawasan Bintara, Bekasi Barat, Sabtu (10/12). DYN disebut-sebut siap menjadi martir atau pelaku bom bunuh diri. Jika aksi itu jadi dilakukan, terduga DYN akan menjadi perempuan pertama yang melakukan aksi bom bunuh diri. Markus Junianto Sihaloho/WBP BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu