78% Rakyat Korsel Dukung Pemakzulan Park

Seoul – Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, menghadapi hari-hari terakhirnya sebagai presiden karena parlemen akan menggelar pemungutan suara pada Jumat (9/12) untuk mosi pemakzulannya. Jika mosi tersebut lolos, Park akan dihentikan sementara dan posisinya digantikan oleh perdana menteri (PM). Berdasarkan jajak pendapat Realmeter pada Kamis (7/12), 78,2% responden menginginkan pemakzulan Park. Mosi pemakzulan tidak otomatis menurunkan Park, tapi masih harus diuji oleh Mahkamah Konstitusi (MK) yang prosesnya bisa sampai enam bulan. Namun, apa pun hasil voting hari ini, mosi tersebut telah mempermalukan Park yang mendeklarasikan dirinya sebagai bukan siapa-siapa dan akan “menikahi bangsa Korsel”. Upaya pemakzulan ini adalah panggung bersejarah untuk parlemen Korsel. Pada Kamis (8/12), parlemen mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk memakzulkan Park karena kasus skandal korupsi yang melibatkan teman dekatnya, Choi Soon-sil. Pihak oposisi merasa yakin bisa meraih dukungan mayoritas dua per tiga suara untuk meloloskan mosi tersebut. Kini sudah tersedia dukungan dari 171 anggota parlemen dari oposisi, sehingga diharapkan bisa mendapat dukungan tambahan 29 suara dari anggota parlemen dari partai penguasa, Saenuri, dan independen. Angka 200 suara diperlukan untuk meraih mayoritas dua per tiga dari total 300 kursi parlemen. Meski begitu, Park yang berusia 64 tahun, memberi sinyal awal pekan ini bahwa krisis politik negara itu bisa berlanjut sampai berbulan-bulan. Tingkat persetujuan Park, putri mantan penguasa militer, anjlok hanya empat persen. Berdasarkan jajak pendapat Realmeter pada Kamis (7/12), 78,2% responden menginginkan pemakzulan Park. Dorongan pemakzulan dipicu oleh aksi protes jutaan massa di jalanan kota Seoul dan kota-kota lainnya. Mereka menutut partai politik melengserkan Park, jika dia menolak mundur. Skandal itu bermuara kepada kedekatan Park dengan Choi yakni teman lama sekaligus putri dari mentornya. Natasia Christy Wahyuni/WIR Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu